Fakta utama
- Siklus
- ≈ 29,5 hari
- Fase utama
- 8
- Kemiringan orbit
- ≈ 5°
- Simulasi
- Efemeris nyata
Cara kerja
Bulan tidak menghasilkan cahaya tampak sendiri: Matahari selalu menerangi separuh permukaannya. Fase yang terlihat adalah bagian terang yang menghadap Bumi. Geser Bulan pada orbitnya dan amati perubahan geometri.
Delapan fase
Urutannya dari Bulan baru ke purnama dan kembali: Bulan baru, sabit muda, perbani awal, cembung awal, purnama, cembung akhir, perbani akhir, dan sabit tua.
Mengapa gerhana jarang
Gerhana Matahari membutuhkan Bulan baru dan gerhana Bulan membutuhkan purnama. Namun orbit Bulan miring terhadap orbit Bumi, sehingga kebanyakan fase baru dan purnama tidak sejajar. Saat geometri cocok, lompat ke gerhana dan amati bayangannya.
Pertanyaan umum
Mengapa bentuk Bulan berubah?
Matahari selalu menerangi separuh Bulan. Saat Bulan mengorbit Bumi, kita melihat bagian terang yang berbeda dan itulah fase Bulan.
Berapa lama siklus Bulan?
Sekitar 29,5 hari memisahkan satu Bulan baru dan berikutnya. Periode ini disebut bulan sinodis.
Mengapa tidak ada gerhana setiap bulan?
Orbit Bulan miring sekitar 5 derajat, sehingga kebanyakan fase baru dan purnama tidak sejajar untuk menghasilkan gerhana.
Apakah simulator memakai tanggal astronomi nyata?
Ya. Efemeris astronomi digunakan untuk menentukan posisi Matahari dan Bulan serta menuju peristiwa gerhana nyata.
Sumber dan bacaan lanjutan
- Moon Phases — NASA Science
- Eclipses — NASA Science
- Astronomy Engine — Cosine Kitty
Kutip pameran ini
Eurekarium. (2026). Simulator Fase Bulan. https://eurekarium.com/id/astronomy/moon-phases/
Terakhir diperbarui: